Lagu “Sepuluh Malam Menuju-Mu” menggambarkan perjalanan rohani seorang hamba dalam sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh taubat, kerinduan dan pengharapan. Dalam sunyi malam, dia menyedari kelemahan serta kerasnya hati, lalu memohon keampunan dan sentuhan makrifah Ilahi. Dengan tangisan dan sujud, dia takut kehilangan cahaya Tuhan, berharap hijab hatinya dibuka sebelum tiba hari Mahsyar yang abadi.
This site uses cookies to deliver our services and to show you relevant ads and job listings.
By using our site, you acknowledge that you have read and understand our Cookie Policy,
Privacy Policy, and our Terms of Service. Your use of our Products and Services,
including our Network, is subject to these policies and terms.