GALA KENCANA
[Verse 1]
Bunga cempaka mekar di laman
Jatuh setangkai di tikar emas
Bukan sembarang junjungan
Hanya si anggun memangku lunas
Pohon ara jangan diuji
Ribut melanda akarnya tegap
Bukan hiasan kilauan puji
Keris berduri penentu gelap
Lemah gemalai langkah menepis
Bisa tersembunyi senyuman manis
Biar bergoyang ranting yang nipis
Tetap ku tentang mengalir tangis
[Pre-Chorus]
Kilau suasa mengabur mata
Tajamnya mata meratap jiwa
Siapa pewaris darjat ternama
Siapa mengakar menongkah murka
[Chorus]
Goncang takhta rentak bergema
Zapin berlaga berbaur bisa
Goncang takhta rentak bergema
Zapin berlaga berbaur bisa
Siapa empunya mahkota pusaka
Bintang tersirat di pucuk cemara
Berebut kasih sang raja negara
Sumpah setia berlapik sengketa
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Biar berkocak si air di tempayan
Keringnya karang tetap ku tahan
Di atas takhta beradu hayat
[Interlude]
Hoi takhta kencana
Hoi siapa yang kena
Hoi hayun melangkah jangan terlena
Hoi takhta kencana
Hoi siapa yang kena
Hoi hayun melangkah jangan terlena
[Verse 2]
Bukan sekadar sarung bersulam
Bisa tersimpan di hulu naga
Jangan bermimpi tidur di malam
Bila bayangku meracun jaga
Air tenang jangan disangka
Tiada buaya menunggu mangsa
Lembut langkahku menjerat murka
Tunduk tersungkur daulat perkasa
Biar berpinar panji dituju
Kubu pertahanan takkan berdebu
Tepuk dada tanyalah nafsu
Siapa ratu siapa terbuang pilu
[Pre-Chorus]
Siapa tegap di medan laga
Yang bijak berbisik mencabut nyawa
Aku bentengnya penjaga sempadan
Aku racunnya di dalam hidangan
[Chorus]
Beralun zapin menggoncang istana
Gugur kencana ratu durjana
Beralun zapin menggoncang istana
Gugur kencana ratu durjana
Siapa empunya mahkota pusaka
Bintang tersirat di pucuk cemara
Berebut kasih sang raja negara
Sumpah setia berlapik sengketa
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Biar berkocak si air di tempayan
Keringnya karang tetap ku tahan
Di atas takhta beradu hayat
[Bridge]
Bulan mengambang darah bertitis
Bunga melati bertukar belati
Takhta berdiri di atas tangis
Hanya yang kebal menjulang pati
Hmm... payung kencana
Sengketa dua ratu
Menang jadi arang kalah jadi abu
Namun takhta ini
Milikku satu
[Chorus]
Siapa empunya mahkota pusaka
Bintang tersirat di pucuk cemara
Berebut kasih sang raja negara
Sumpah setia berlapik sengketa
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Zapin berarak takhta berdarah
Takhta berarak siapa menyembah
Biar berkocak si air di tempayan
Keringnya karang tetap ku tahan
Di atas takhta beradu hayat
Di atas takhta beradu hayat
Di atas takhta beradu hayat
Oh Gala Kencana...!
Lirik: Hasrudi Jawawi
Nota: Sebuah kisah perebutan kuasa dari dua ratu yang durjana.
Please login to comment